Aku tak pernah mengerti tentang apa arti hujan turun ke bumi
Membawa mendung yang semakin pekat
Seperti air di dahan itu, tak memampukannya untuk jatuh
dalam ke tanah
Mungkin karena ia takut jatuh atau tak mau terpisah
Puisi mu sering ku dengar dalam alunan nada
Suaramu samar dan terdengar lirih, kadang
Memang tak sering seperti hujan akhir – akhir ini
Tapi aku tak perduli, puisi mu menjadi lantunan doa saat
pagi datang
Menjadi syair indah saat senja memeluk malam
Menjadi sajak – sajak sendu saat gerhana memeluk bulan
Aku selalu mencoba mencari sandi di dalam mata mu
Tangan ini terikat, mata ini terjerat
Dan setiap apa yang terucap adalah syair cinta mu
Hingga matahari bertemu bulan, dan pelangi bertemu senja di
batas akhir
Aku akan tetap setia, disini hanya untuk cinta
sippp
BalasHapusmakasi :)
BalasHapus